BALI – Perjalanan teknologi telah berubah sangat jauh dalam tiga dekade terakhir. Masyarakat bergerak dari komputer berbasis DOS menuju Windows dan internet, kemudian memasuki era website, media sosial, smartphone, sistem informasi digital dan kini Artificial Intelligence atau AI.
Perubahan panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, yang lebih dikenal sebagai Agung Gempa, dalam bidang komputer, teknologi informasi, pelatihan dan digitalisasi.
Pengalaman tersebut kini menjadi salah satu fondasi pengembangan LPK Garuda College Indonesia, sebuah lembaga pelatihan kerja yang diarahkan untuk membantu masyarakat meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Mulai menjadi instruktur komputer sejak pertengahan 1990-an
Agung Gempa mulai aktif sebagai instruktur komputer sejak pertengahan 1990-an.
Pada masa tersebut, komputer belum menjadi perangkat sehari-hari seperti sekarang. Materi pelatihan masih berkaitan dengan pengenalan komputer dasar, sistem operasi DOS, pengolah kata WordStar, aplikasi spreadsheet Lotus, serta berbagai keterampilan dasar pengoperasian komputer.
Seiring berkembangnya teknologi, materi pelatihan pun berubah.
Ketika penggunaan Windows dan Microsoft Office semakin luas, kebutuhan masyarakat bergeser ke aplikasi perkantoran dan administrasi berbasis komputer.
Ketika internet mulai digunakan secara luas, keterampilan baru kembali muncul, seperti email, internet, website, administrasi digital, pengelolaan informasi dan komunikasi daring.
Perubahan tersebut terus berlanjut hingga era media sosial, multimedia, pemasaran digital, sistem informasi dan kecerdasan artifisial.
Pengalaman melatih berbagai kelompok masyarakat
Dalam perjalanan panjangnya sebagai instruktur dan praktisi teknologi informasi, Agung Gempa berinteraksi dengan berbagai kelompok peserta.
Pelatihan diberikan kepada pelajar, masyarakat umum, aparatur desa, pegawai pemerintahan, operator instansi, lingkungan sekolah, kelompok masyarakat, pelaku UMKM hingga organisasi.
Pengalaman tersebut membentuk pandangan bahwa metode pelatihan harus menyesuaikan karakter peserta.
Untuk pemula, pelatihan harus sederhana dan mudah dipraktikkan.
Untuk pegawai administrasi, teknologi harus membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan tertata.
Untuk UMKM, teknologi harus dapat mendukung promosi, komunikasi pelanggan dan pengembangan usaha.
Sedangkan untuk pencari kerja, kompetensi harus memberikan nilai tambah yang benar-benar dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja.
Teknologi harus memberi manfaat nyata
Perjalanan Agung Gempa kemudian berkembang semakin luas pada bidang teknologi informasi, media digital, website, sistem informasi publik, komunikasi digital dan digitalisasi organisasi.
Menurutnya, teknologi tidak boleh berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi.
Teknologi harus memberikan manfaat nyata.
Website, misalnya, bukan hanya tampilan di internet. Website dapat berkembang menjadi media informasi, pelayanan, pemasaran, pengelolaan data hingga membangun kepercayaan publik.
Media sosial juga tidak hanya digunakan untuk mengunggah foto dan video, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, pemasaran, pelayanan dan pengembangan usaha.
Pandangan inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan materi dan pendekatan pembelajaran di LPK Garuda College Indonesia.
Dari DOS, WordStar dan Lotus menuju AI
Perjalanan dari komputer generasi awal hingga AI memberikan gambaran nyata bahwa teknologi akan selalu berubah.
Agung Gempa menilai lembaga pelatihan dan instruktur juga tidak boleh berhenti belajar.
“Dulu kita belajar DOS, WordStar dan Lotus karena itulah kebutuhan pada zamannya. Kemudian berkembang ke Windows, Microsoft Office dan internet. Setelah itu website, media sosial, digital marketing dan sekarang AI. Teknologinya terus berubah, sehingga kita juga harus terus meningkatkan kemampuan,” kata Agung Gempa.
Menurutnya, Artificial Intelligence merupakan salah satu perkembangan teknologi yang perlu dipahami secara produktif.
AI dapat membantu berbagai pekerjaan seperti penyusunan dokumen, administrasi, pencarian dan pengolahan informasi, pembuatan ide, pemasaran, komunikasi, pengembangan konten dan aktivitas produktif lainnya.
Namun penggunaannya tetap perlu dilakukan secara tepat, kritis dan bertanggung jawab.
Pengalaman panjang menjadi fondasi, bukan batasan
Walaupun tumbuh dari pengalaman panjang di bidang komputer dan teknologi informasi, LPK Garuda College Indonesia tidak diarahkan hanya menjadi tempat kursus komputer.
Justru perjalanan panjang tersebut membentuk pemahaman bahwa kebutuhan kompetensi selalu berubah.
Karena itu, GCI dikembangkan sebagai lembaga yang adaptif dan terbuka terhadap kolaborasi.
Apabila perusahaan membutuhkan pelatihan tertentu, program dapat dirancang berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Apabila kelompok masyarakat membutuhkan keterampilan tertentu, kebutuhan tersebut dapat dipetakan terlebih dahulu.
Apabila kompetensi yang dibutuhkan berada di luar bidang utama internal lembaga, GCI dapat membangun kolaborasi dengan instruktur, praktisi, profesional maupun lembaga yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan, berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menghubungkan pengalaman dengan kebutuhan dunia kerja
Pengembangan LPK Garuda College Indonesia didasarkan pada beberapa prinsip utama, yaitu berbasis kebutuhan, berorientasi kompetensi, adaptif terhadap teknologi, praktis dalam pembelajaran dan terbuka terhadap kolaborasi.
Untuk pencari kerja, program diarahkan pada peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja.
Untuk tenaga kerja aktif, pelatihan dapat diarahkan pada peningkatan kompetensi, upskilling dan reskilling.
Untuk UMKM dan koperasi, program dapat difokuskan pada digitalisasi, produktivitas, pemasaran dan pengembangan usaha.
Sedangkan untuk perusahaan, organisasi dan lembaga, program dapat dirancang secara khusus berdasarkan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM.
Memperluas jejaring di Bali dan tingkat nasional
Ke depan, LPK Garuda College Indonesia diarahkan untuk membangun jejaring yang semakin luas di Bali maupun tingkat nasional.
GCI terbuka untuk bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia beserta jejaring pelatihan vokasinya, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, lembaga pendidikan dan pelatihan, perusahaan, dunia usaha dan industri, koperasi, UMKM, organisasi, asosiasi dan komunitas.
Posisi tersebut bukan untuk menyatakan bahwa GCI mampu menguasai seluruh bidang pelatihan.
Sebaliknya, GCI ingin membangun pola pengembangan SDM berdasarkan kolaborasi keahlian.
Setiap kebutuhan dapat dipertemukan dengan instruktur, praktisi dan lembaga yang tepat.
SDM Bali harus semakin kompetitif
Agung Gempa memandang bahwa Bali memiliki modal sumber daya manusia yang sangat besar.
Namun perubahan teknologi, pola kerja dan kompetisi membuat peningkatan keterampilan harus berlangsung secara berkelanjutan.
SDM Bali perlu memiliki karakter dan identitas budaya yang kuat, sekaligus kompeten, produktif, kreatif, menguasai teknologi dan mampu bersaing dalam dunia kerja yang semakin terbuka.
Semangat tersebut ditempatkan dalam kerangka pembangunan SDM nasional menuju Indonesia Emas 2045 dan pembangunan manusia Bali yang unggul.
“Bali memiliki potensi SDM yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana skill dan kompetensi terus ditingkatkan agar masyarakat Bali tidak hanya menjadi penonton perubahan teknologi, tetapi mampu mengambil peluang dari perubahan tersebut,” ujarnya.
Garuda College Indonesia: belajar, beradaptasi dan berkolaborasi
Setelah mengikuti perubahan teknologi selama lebih dari tiga dekade, satu prinsip tetap menjadi pegangan: belajar tidak pernah selesai.
Aplikasi dapat berubah. Teknologi dapat berubah. Jenis pekerjaan dapat berubah. Kebutuhan perusahaan juga akan terus berubah.
Karena itu, LPK Garuda College Indonesia dikembangkan bukan sekadar untuk mengajarkan satu aplikasi atau satu keterampilan tertentu, tetapi untuk membangun budaya meningkatkan kompetensi, beradaptasi dan terus belajar mengikuti kebutuhan zaman.
Dari pengalaman sebagai instruktur komputer pada pertengahan 1990-an hingga memasuki era Artificial Intelligence saat ini, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana membawa perjalanan tersebut menjadi fondasi pengembangan LPK Garuda College Indonesia.
Dari Bali, GCI membuka kolaborasi untuk membangun SDM Indonesia yang semakin kompeten, produktif dan berdaya saing.
LPK Garuda College Indonesia
Belajar • Beradaptasi • Berkompeten • Berkolaborasi
#LPKGarudaCollegeIndonesia #AgungGempa #LPKBali #PelatihanKerja #PelatihanKomputer #PelatihanAI #TeknologiInformasi #PengembanganSDM #SDMBaliUnggul #IndonesiaEmas2045

